Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘sumber makanan dan sumber keamanan’

SUMBER MAKANAN DAN SUMBER KEAMANAN 

Nyiur 20130814_131901

Ketika saya pulang ke kampung kelahiran setelah saya tinggalkan beberapa tahun yang lalu, saya melihat dan merasakan ada yang berubah.  Kebun atau ladang yang dulu ditanami singkong, sekarang berubah menjadi tanaman kayu. Sawah, yang tak seberapa luas pun, sekarang juga sudah berubah menjadi tanaman kayu.  Intinya lahan yang ada di kampung saya sekarang sudah berubah menjadi hutan kayu. Sebagai seorang yang dilahirkan dan dibesarkan di kampung ini, tentu saya berkeinginan untuk mengunjungi tempat-tempat yang dulu menjadi lahan saya dan kawan-kawan saya mencari rumput untuk makanan kambing saya. Di luar dugaan saya ternyata jalan setapak yang dulu dengan mudah membimbing saya, sekarang sudah tertutup oleh rumput yang tumbuh tinggi. Pohon perdu juga memenuhi jalan setapak yang sudah tidak tampak lagi. Hutan kayu yang semuanya milik pribadi penduduk kampung kami ini benar-benar tampak tidak pernah dilalui orang. Tidak ada bekas telapak kaki orang, di atas tanah maupun di atas rumput. Daerah ini jelas sekali tidak pernah dilalui orang. Sekarang orang tidak mencari rumput, mencari daun-daunan untuk makanan ternaknya di hutan sekitar ini.

Lalu ke mana orang kampung kami melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?  Menanam singkong, tidak!  Menanam ketela rambat juga tidak. Mencari makanan ternak juga tidak. Ternyata memang mereka turun ke sungai. Ke sungai? Ada apa di sungai? Mencari ikan? Bukan, mereka menjadi buruh pengangkut pasir sungai. Ya, kampung kami memang dibatasi oleh sebuah sungai yang cukup lebar dan dalam kalau musim penghujan. Akan tetapi sungai itu menjadi kering dan bisa dilalui dengan berjalan kaki ketika musim kemarau. Sungai tadah hujan. Sungai yang penuh dengan air ketika musin hujan. Sungai Lukula (baca: Luk-ulo). Kenapa namanya Lukula? Luk itu singkatan dari meliuk-liuk atau berkelok-kelok. Sedangkan “ula” artinya ular. Jadi sungai yang melewati pinggir kampung kami itu sungai yang berkelok-kelok seperti lekukan seekor ular ketika berjalan. Itulah sebabnya sungai itu dinamakan Sungai Lukula.  Ya, sekarang sungai itu menjadi sumber penghidupan. Pasirnya diambil dan diangkut untuk dijual. Puluhan truk berderet-deret setiap hari menyusuri jalan dan pelataran sungai untuk diisi pasir dan mengangkutnya ke kota dan tempat lain yang sedang membangun. Orang-orang di kampung kami sekarang punya aktivitas sawah dan ladang yaitu sungai yang menghasilkan pasir untuk dijual.

Meskipun kebun dan swah di kampung kami telah menjadi hutan kayu, tetapi ada yang sangat menyedihkan. Ternyata sekarang tidak ada satupun bunyi nyinyit maupun kicau burung. Burung derkuku atau tekukur yang dulu sewaktu kecil sering saya lihat dan saya dengar bunyi lantunannya sekarang tidak ada lagi. Burung kutilang yang yang dulu sering saya dengar kicauannya tidak lagi terdengar. Burung pipit yang sering bergerombol dan terbang berombongan sekarang juga tak tampak lagi. Burung prenjakpun tak akan terdengar lagi nyanyiannya. Padahal populasi pohon besar dan tinggi justru meningkat dibandingkan dulu ketika saya masih kecil. Kemana burung-burung yang dulu hidup di kampung dan hutan kami? Mereka dijerat dan ditembak oleh para manusia yang tak bertanggung. Bukan sumber makanan yang tak ada yang membuat burung-burung itu punah, tetapi sumber keamanan yang tak ditemui lagi di kampung ini.

Sungai di kampung kami menjadi sumber kehidupan bagi penduduk kampung kami. Akan tetapi kampung kami telah berubah menjadi minus sumber keamanan bagi satwa burung di kampung kami. Kapan kampung kembali menjadi kaya sumber makanan dan sumber keamanan bagi warganya, termasuk bagi hewan dan satwa?

SUMBER MAKANAN DAN SUMBER KEAMANAN

Read Full Post »

Beautiful Life with Cancer

Discovering the Gift

Storytime with John

Pull up and listen...I've got a funny one for ya...

Sociolinguistics

Demi Pena dan Apa Yang Dituliskan: Berisi Aktivitas coretan dan Makalah

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Beautiful Life with Cancer

Discovering the Gift

Storytime with John

Pull up and listen...I've got a funny one for ya...

Sociolinguistics

Demi Pena dan Apa Yang Dituliskan: Berisi Aktivitas coretan dan Makalah

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Beautiful Life with Cancer

Discovering the Gift

Storytime with John

Pull up and listen...I've got a funny one for ya...

Sociolinguistics

Demi Pena dan Apa Yang Dituliskan: Berisi Aktivitas coretan dan Makalah

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Beautiful Life with Cancer

Discovering the Gift

Storytime with John

Pull up and listen...I've got a funny one for ya...

Sociolinguistics

Demi Pena dan Apa Yang Dituliskan: Berisi Aktivitas coretan dan Makalah

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.