Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘syukur nikmat’

mensyukuri nikmat

MENSYUKURI NIKMAT

E-tiket PNYBRANGAN Gilimanuk

e-tiket pelabuhan gilimanuk, bali

Nikmati apa saja yang anda hadapi. Tidak perlu mengeluh. Tidak perlu komplain, verbal komplain alias sekadar menggerutu. Nikmati. Memangnya kalau anda mengeluh, kalau anda marah, kalau anda uring-uringan kemudian persoalan menjadi selesai? Nikmati dan syukuri segala sesuatu yang anda alami. Enjoy your life, kata penutur bahasa Inggris, bahasa yang dianggap sebagai bahasa asing yang dipelajari anak sewaktu mulai SMP. Lebaran yang lalu saya dan keluarga mudik, pulang ke kampung kelahiran. tidak perlu dibantah bahwa berita utama dan pertama di hari-hari mudik lebaran adalah jebakan kemacetan dan mengantri. Apa yang saya dan keluarga alami sama dengan ribuan orang alami. ini adalah pengalaman pertama saya sebagai pemudik yang membawa kendaraan sendiri. Tahun-tahun sebelumnya, ketika saya berkesempatan mudik, biasanya naik kendaraan umum: bis malam jurusan Denpasar-Magelang. Pernah juga, karena ada tiket promo, saya mudik naik pesawat. Beruntung tahun ini saya mendapat pinjaman kendaraan, ya saya manfaatkan kesempatan emas itu sekaligus mengasah ketrampilan mengemudi. Surat ijin mengemudi (SIM A) saya sudah berumur lebih dari lima tahun, bahkan sudah saya peebaharui, tetapi selama ini saya belum dapat menyetir sendiri. Maklum juga belum ada kendaraan yang bisa saya setir. oleh karena, ketika ada kendaraan yang layak saya pinjam, maka saya pinjam. Pertama untuk memperlancar saya mengemudi. dan benar, ternyata memang harus saya asah kembali. Kursus nyetir lima tahun yang lalu perlu dipertajam dengan belajar nyetir kembali. Berangkat dari rumah kawasan Jimbaran bali pukul 10 wita.

Bukti pmbayaran pnyebrangan Kndaraan

bukti pembayaran penyeberangan kendaraan roda empat

Perhitungannya sampai di pelabuhan penyebrangan sekitar pukul 14 wita. Biasanya jam segitu antrian sudah menyusut sehingga dapat langsung masuk kapal fery penyebrangan. Perjalanan Jimbaran-Tabanan cukup lancar. Bahkan selepas Bajra (masih di kawanasan Kabupaten Tabanan, sekitar lima belas kilometer barat Tabanan) perjalanan sangat lancar. Tidak ada kendaraan lain, baik sepeda motor maunpun kendaraan roda empat, yang ada di depan maupun di belakang saya. Hanya saja saya memang bukan tipe ‘pembalap’. Saya juga masih pendatang baru dalam hal membawa kendaraan roda empat. Ini adalah pengalaman pertama saya melakukan perjalanan jarak jauh dengan menyetir sendiri. Benar, sampai di pelataran pelabuhan gilimanuk, negara, bali, pukul 14 wita sesuai perkiraan dan perhitungan saya. Yang meleset dari perhitungan saya dan keluarga adalah ternyata kendaraan roda empat yang sedang mengantri sangat banyak. Mau tidak mau saya juga harus ikut mengantri. Saya bilang kepada anak dan istri untuk tidak mengeluh. nikmati perjalanan ini. Kalau mengantri, nikmati saja, karena ribuan orang juga mengalami hal yang sama, harus mengantri. Kalau terjadi kemacetan, nikmati saja, karena ribuan orang juga sama harus masuk dalam kemacetan. Tidak ada yang bisa terhindar dari kemacetan. Tidak ada yang bisa menghindari untuk mengantri. Nikmati saja. anda mengeluh pun tidak akan menyelesaikan persoalan. anda marah juga tidak bisa mengurangu antrian dan kemacetan.

Saya sengaja berusaha melihat jam dengan maksud melupakan berapa jam mengantri untuk masuk pintu gerbang pembayaran tiket kendaraan. Saya hitung satu, dua, tiga, empat, lima. Ada lima deret antrian kendaraan menuju ujung antrian masuk pintu pembayaran tiket masuk kapal. Semua kendaraan harus menuju leher botol, bottle neck. Saya akhirnya mendapat giliran masuk menuju pintu loket pembayaran. Seorang wanita, petugas loket siap melayani setiap pengendara. Saya menanyakan berapa harus bayar tiket penyebrangan untuk kendaraan roda empat. Petugas itu menjawab seratus dua puluh empat. “Tapi bayarnya nanti saja pak. Di depan masih penuh antrian. Bapak kan bisa berteduh di sini”. Sesuai saran petugas loket penjualan tiket, saya berhenti persis di depan pintu loket penjualan tiket. Teduh, terlindung dari sengatan matahari. Petugas itu menutup pintu jendela loketnya. Sementara di depan dan belakang saya ratusan kendaraan menunggu. Menunggu kendaraan di depannya maju bergerak. Seandainya dilihat dari udara, boleh jadi seperti ratusan atau ribuan semut. Syukuri hidup ini.

morning, sunrise, harbour of ketapang banyuwangi

morning in ketapang harbour

sunrise in the ketapang harbour of banyuwangi, bali strait

ketapang harbour in the morning

KTAPANG HORBOUR 20130818_064257

selat bali

MENSYUKURI NIKMAT

Advertisements

Read Full Post »

Beautiful Life with Cancer

Discovering the Gift

Storytime with John

Pull up and listen...I've got a funny one for ya...

Sociolinguistics

Demi Pena dan Apa Yang Dituliskan: Berisi Aktivitas coretan dan Makalah

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Beautiful Life with Cancer

Discovering the Gift

Storytime with John

Pull up and listen...I've got a funny one for ya...

Sociolinguistics

Demi Pena dan Apa Yang Dituliskan: Berisi Aktivitas coretan dan Makalah

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Beautiful Life with Cancer

Discovering the Gift

Storytime with John

Pull up and listen...I've got a funny one for ya...

Sociolinguistics

Demi Pena dan Apa Yang Dituliskan: Berisi Aktivitas coretan dan Makalah

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Beautiful Life with Cancer

Discovering the Gift

Storytime with John

Pull up and listen...I've got a funny one for ya...

Sociolinguistics

Demi Pena dan Apa Yang Dituliskan: Berisi Aktivitas coretan dan Makalah

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.